Tuesday, January 31, 2017

Teks Puisi Kutemukan Jejak-Mu, Tanah Air dan Tanah Pusaka

KUTEMUKAN JEJAK-MU

Seperti kata ibukku, 
Kan kutemukan  jejakMu,Tuhanku      
Pada dini pagi, saat matahari menyapaku 
Dan saat rembulan  memundar di langit biru

Kutemukan lagi tampakMu, Sang Maha  Pencipta 
Dalam gerak gelombang  samudera 
Pada  gejolah  kawah  gunung api dan gelegah gempa
Betapa dasyat dayaMu memutar roda-roda semesta
      

TANAH AIR 
Linus Suryadi AG
                             
Kumbokarno 
(Inilah cukilan cerita Ramayana    
Lambang kesetian ksatria Negara)

Akulah ksatria Penglebur bongso
Satu wilayah kerajaan Alengka 
Dibawah kuasa PRABU Rahwana 
Abangku, raja berilmu Pancasona

Sungguh pun wajahku  gandarwo
Ku terima wujud, kupunya budi
Dan pada setiap cobaan hidup 
‘’sadumuk bathuk senyari bumi’’

Berhadapan dengan Prabu Rama
Serta barisan Riwanda 
Tapi bukan karena Sinta 
Sepi tan pamrih, aku berjaga:

 -right or wrong my country –

(demi kejayaan bangsa dan Negara
Pengorbanan adalah segala- galanya)

(dari:’’pendakian’Suara Karya, Mei1979, di kutip dengan tanbahan     bait 
Prolong dan dan bait epilong khusus untuk kegiatan pramuka oleh penyuting-KS).


TANAH PUSAKA 
Asmara Nosa

Pandanglah disana 
Sampai keladang tanah pusaka
Beralun berirama 

Batang nyiur tegak melambai 
Daun nipah  menggapai-gapai
Angin berhembus lemah gemulai
Sejuk dan permai

Balik ladang dan sawah
di belakang danau dan lembah 
adalah gunung tinggi menjulang 
di selaput awan tinggi melayang 
dari jauh nempak hitam kebiruan 
sungguh elok menyentuh jiwa
indahnya alam pusaka Indonesia  

Ditepi pantai perau berbanjar 
suara gelombang berdesar–desar
menyeru kita jangan lalai belajar 
demi hari esok yang berbinar 

1956 (dari karya penyair brunai dalam buku esei sajak sajak dalam salam 1956 di terjemahkan dan disabur bebas utk. Kegiatan pramuka oleh penyuting–ks)
Load disqus comments

0 comments